"Nak, silakan buka lks yang akan dipelajari esok!"
"Ya, kak."
Ia, dengan sigap mengambil lks dari meja belajarnya. Perlahan tapi pasti ku berusaha menjelaskan dan mengarahkan. Satu, dua, tiga, nomor demi nomor terselesaikan. Aku berharap apa yang ia kerjakan selesai dangan jawaban yang memuaskan.
JAM 02.00 siang, soal hampir terselesaikan, handpone mungil berdering namun ku hanya hening, membuka dan membaca satu kolom sms dari siswa.
"Pak, cuma dari MTs aja yang belum datang bapak dimana? lekas ku membalas agar tak ada rasa khawatir. "Ya, tunggu saja nak, bapak masih mengajar privat, jadi tunggu saja nak yah.
JAM 02.30, Ku bergegas ke sekolah tuk menjemput pendamping. Pendamping yang akan menemaniku untuk membawa tunas bangsa ke sebuah event. Semoga kewajiban yang nantinya kulaksanakan menjadi ringan. Satu per satu ku panggil, agar ku yakin sepuluh putra dan sepuluh putri hadir semua.Tapi nyatanya dari putri hanya delapan dan dari putra tujuh orang. 'Tidak mengapa lah', dalam hati kecilku berkata. Hanya sepucuk kekhawatiran dan sepotong pertanggungjawaban kepada orang tua mereka nantinya. Ku hilangkan pikiran negatif ku tuk kedua kalinya. Ku yakin mereka hanya tidak tepat waktu saja. Mobil dan Truk yang akan memberangkatkan rombongan akan pergi. Tapi tiga siswa putra dan dua siswa putri tak kunjung datang....bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar