Aku
tak tau, aku tak mengerti mengapa begitu banyak orang yang tega
menyakiti. Ia hanya seorang ibu ahli terapi mencari uang demi sesuap
nasi. Coba bayangkan bila ini terjadi pada ibu kalian orang tua kandung
kalian sendiri. Ia terduduk di tengah jalan yang sunyi setelah ditabrak
lari. Memang sungguh tega pengendara sepeda motor itu. Namun Tuhan
begitu adil, pemuda yang membawa mobil itu, memberhentikan
kendaraannya. Ia dengan sigap membantu ibu yang ditabrak lari. Ia yang
menyaksikan kejadian tabrak lari itu. Ia membantu ibu berdiri ke pinggir
jalan, dan menenangkan beliau. Sejenak pemuda itu pergi, Ku segera
menghampiri sang ibu, tetap ku berada di atas motorku, ku hanya bisa
mendampingi dan memerhatikan dan menanyakan kondisi ibu, untung saja
kondisi beliau baik-baik saja. Pemuda itu memang begitu mulia, ia segera
mengambil sebotol aqua dan mempersilahkan ibu meminumnya sehingga
kondisi beliau bisa sedikit membaik. Ibu ahli terapi itu tinggal dengan
keluarga angkatnya,di sekitar jalan Tarmidi (kalau tidak salah
penyebutannya). Setelah itu ku mencoba menawarkan bantuan pada ibu untuk
mengantarkannya pulang. Ku hanya bisa membantu mengantarkan ibu itu ke
rumahnya saja, dan semoga ibu itu baik-baik saja. Semoga kita sebagai
pengendara bisa selalu berhati-hati dan bagi penabraknya bisa
tersadarkan. (semoga tulisan ini bisa terbaca hingga kepada pelaku
tabrak lari yang tak bertanggung jawab itu)
Jumat, 29 November 2013
Positif
Kata-kata
positif lebih membangun dan memotivasi. Sadar atau tidak, sering kali
kita mengeluarkan kata-kata negatif. Kita tak pernah berfikir apakah
kata yang kita keluarkan itu menyakitkan. Kita sering terlenakan oleh
yang namanya emosi. Kata negatif yang keluar dari mulut kita seketika
menghancurkan sejuta kasih, sejuta sayang yang kita miliki. Mengapa kita
tak pernah mau bersabar dan menahan diri
dari emosi yang tak terkendali? Sebagian dari kita tentunya tau betapa
dahsyatnya sebuah kata yang diucapkan. Seorang peneliti di Jepang
mengemukakan bahwa dua bejana berisi air bersih yang dilontarkan
kata-kata negatif dan positif akan menghasilkan kristal yang berbeda
pula. Air yang dilontarkan kata-kata negatif akan menghasilkan kristal
yang tidak sempurna, susunan partikel nampak tidak menentu, menunjukkan
kekacauan, kerumitan, dan ketidakpastian. Berbeda dengan air yang
dilontarkan kata-kata positif, jalinan kristal, susunan partikel air
nampak tersusun indah, menunjukkan kesejukan, kebaikan, dan kepastian.
Mata kita kan tertegun melihat susunan partikel air tersebut. Air saja
dapat merasakan dan memberikan respon terhadap kata-kata yang kita
ucapkan. Bagaimana dengan seorang manusia??? Ia dilengkapi akal dan
qolbu (hati), bisa berfikir dan merasakan. Mulai saat ini sudah
selayaknya kata-kata positif lah yang harusnya keluar dari mulut kita
ini, bukan sebaliknya. Sehingga tak ada lagi orang yang kita lukai
hatinya dengan ucapan kita. (sebuah perenungan agar bisa selalu
berkata-kata positif)
Langganan:
Komentar (Atom)